-->

Breaking

logo

Kamis, 28 Januari 2021

12 Daftar Bisnis Prostitusi Terbesar di Dunia, Ada Nama Indonesia

12 Daftar Bisnis Prostitusi Terbesar di Dunia, Ada Nama Indonesia

12-Daftar-Bisnis-Prostitusi-Terbesar-di-Dunia-Ada-Nama-Indonesia
DEMOCRAZY.ID - Para ahli pasar gelap di Havocscope menyajikan statistik dan informasi penting tentang ekonomi bawah tanah di seluruh dunia. 

Kumpulan data mereka meliputi harga global untuk produk dan layanan ilegal termasuk prostitusi, pembunuhan kontrak, peredaran obat terlarang, AK-47, penyelundupan manusia, dan organ.


Pasar gelap menjadi ladang bisnis menggiurkan di seluruh dunia. Havocscope sebagai perusahaan data pencatat pasar ilegal merangkum berbagai aktivitas bisnis tersebut.


Dunia prostitusi seakan tidak pernah mati. Meski dianggap melanggar norma, bisnis ini selalu ditemui di hampir setiap negara. 


Bahkan prostitusi atau pelacuran dianggap sebuah kejahatan terhadap kesusilaan atau moral dan melawan hukum.


Meski begitu, statistik menunjukkan bahwa bisnis ini kian marak. Havocscope menghitung pendapatan prostitusi dunia. 


Ada sejumlah negara yang masuk dalam daftar tertinggi dalam bisnis ini.


Angkanya benar-benar fantastis. Negara yang menduduki peringkat pertama melakukan transaksi hingga 73 miliar dolar Amerika Serikat.


China yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia menempati urutan pertama dalam urusan bisnis prostitusi terbesar.


Diikuti oleh Spanyol di urutan kedua dengan nilai bisnis mencapai 26 miliar dolar AS. Selanjutnya Jepang di urutan ketiga.


Lalu, di manakah posisi Indonesia?


Indonesia masuk dalam daftar. Tepatnya berada di urutan ke-12 dengan nilai bisnis mencapai 2,25 miliar dolar AS.


Berikut Urutan Lengkapnya:


1. China = US$ 73 miliar

2. Spanyol = US$ 26,5 miliar

3. Jepang = US$ 24 miliar

4. Jerman = US$ 18 miliar

5. Amerika Serikat = US$ 14,6 miliar

6. Korea Selatan = US$ 12 miliar

7. India = US$ 8,4 miliar

8. Thailand = US$ 6,4 miliar

9. Filipina = US$ 6 miliar

10. Turki = US$ 4 miliar

11. Swiss = US$ 3,5 miliar

12. Indonesia = 2,25 miliar