-->

Breaking

logo

Selasa, 12 Januari 2021

10 Daftar Presiden Paling Korup di Dunia, Salah Satunya Ada Presiden Indonesia

10 Daftar Presiden Paling Korup di Dunia, Salah Satunya Ada Presiden Indonesia

10-Daftar-Presiden-Paling-Korup-di-Dunia-Salah-Satunya-Ada-Presiden-Indonesia
DEMOCRAZY.ID - Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah keluarga saja sudah berat, apalagi diberikan kepercayaan oleh masyarakat dalam menjadi pemimpin sebuah negara.

Tentu perlu berbagai misi untuk mencapai visi-visinya demi kemajuan negara yang ia pimpin. Salah satu visi seorang presiden biasanya ialah, memberantas korupsi yang sangat merugikan negara dan masyarakat.


Tapi apa jadinya jika orang yang kita percaya untuk menjadi pemimpin justru biang dari korupsi tersebut ada?


Nah berikut merupakan daftar 10 presiden paling korup di dunia. Salah satunya ada presiden Indonesia?


1. Pavlo Lazarenko


Pavlo Lazarenko adalah Perdana Menteri ke-5 Ukraina dalam periode 1996 – 1997. Ia ditahan atas tuduhan pencucian uang negara pada Desember 2008 silam.


Selama menjabat, Pavlo berhasil menyedot 200 juta dolar (> 2,8 triliun dalam rupiah) kas negara untuk kemudian ‘dicuci’ di Amerika Serikat, lantas digunakan untuk membeli properti pribadi.


Pavlo dijatuhi hukum 97 bulan penjara oleh pengadilan California pada 19 November 2009. Ia juga membayar denda sebesar 31,8 juta dolar atau sekitar 448 miliar atas kejahatannya tersebut.


2. Alberto Fujimori


Alberto merupakan imigran Jepang yang menjabat sebagai presiden ke-45 Peru periode 1990 – 2000.


Ia terkenal akan jasanya yang berhasil menumpas kasus pemberontak nasional dan kembali menaikkan kurva ekonomi Peru. Namun, ia juga dikecam sebagai presiden paling korup dalam sejarah Peru.


Sejarawan Alfonso Quiroz menyebutkan bahwa lebih dari 4 miliar dolar kas negara hilang tanpa kejelasan.


Fujimori juga dikecam karena telah mengumpulkan dana publik secara ilegal sebanyak 600 juta dolar atau sekitar 8,4 triliun rupiah.


Totalnya, Fujimori dijatuhkan hukuman 25 tahun penjara pada 7 April 2009 silam. Namun, pada 24 Desember 2017, presiden Pedro Pablo Kuczynski, memberikan pengampunan kepada Fujimori dengan alasan masalah kesehatan.


3. Arnoldo Aleman


Arnoldo Aleman merupakan presiden ke-81 Nikaragua. Ia harus turun dari jabatannya di tahun 2002 setelah menjabat sejak tahun 1997 atas kasus korupsi, penggelapan, pencucian uang, dan kejahatan pemilu.


Setidaknya, 100 juta dolar dana negara habis terkuras untuk kebutuhan pribadi.


Di antaranya menghabiskan 25.955 dolar untuk honeymoon di Italia, 68.506 dolar untuk berlibur di India, dan 13.755 dolar untuk menginap satu malam di Ritz Hotel Carlton, Bali.


Atas kejahatannya, Alerman dijatuhi hukuman 20 tahun penjara bersama 14 tersangka lainnya. Beberapa di antaranya ialah keluarga dekat Alerman sendiri.


4. Jean Claude Duvalier


Jean menjabat sebagai presiden Haiti di usia 19 tahun mewarisi kepresidenan ayahnya, Francois Duvalier, yang sudah meninggal dunia. Tercatat Jean menjabat selama 15 tahun, dari 1971 – 1986.


Dilaporkan bahwa 64% pendapatan negara telah disedot secara pribadi oleh presiden yang satu ini.


Di antaranya, menyedot 20 juta dolar dari 22 juta dolar bantuan IMF untuk Haiti, menjual 11 juta dolar pasukan minyak dari Meksiko ke Afrika Selatan, menjual donor darah ke Amerika, serta ikut dalam perdagangan narkotika dan organ tubuh manusia.


Setidaknya, tercatat kerugian negara sebesar 800 juta dolar akibat tindakan Jean.


Namun, entah mengapa pada tahun 1985 ia malah didukung untuk menjadi presiden seumur hidup. Untungnya keputusan itu tidak terlaksana karena para pemberontak berhasil menggulingkan kekuasaannya.


5. Slobodan Milosevic


Merupakan presiden Serbia/Republik Yugoslavia periode 1989 – 2000. Slobodan pernah didakwa oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan.


Karena ia pernah memimpin aksi pembunuhan massal yang terjadi di Kosovo, Kroasia, dan Bosnia pada era 1990-an.


Tahun 2000, Slobodan mundur dari jabatannya dan segera ditangkap oleh pihak berwenang atas kasus korupsi, penggelapan uang, dan penyalahgunaan kekuasaan. Tercatat sekitar 1 miliar US dolar sudah disedot oleh presiden ini.


6. Zine al-Abidine Ben Ali


Ben Ali merupakan presiden kedua Tunisia yang menjabat selama 23 tahun, yaitu dari 1987 hingga 2011.


Selama pemerintahnya, kurva ekonomi Tunisia lumayan meningkat naik sehingga Tunisia sempat mendapat gelar “Singa Afrika”. Namun, kasus penindasan dan kehilangan hak-hak kaum miskin lumayan meningkat saat itu.


Bank Dunia telah melaporkan bahwa Ben Ali dan keluarganya sudah menggelapkan uang negara sebesar 1 hingga 2,6 miliar US dolar.


Ada hal yang membuat kesal dan memicu kemarahan publik dalam kasus ini. Di mana para Juni 2015, UU Rekonsiliasi Nasional Tunisia disahkan, di mana karenanya tuntutan Ben Ali pada tahun 2011 silam dicabut, serta aset-asetnya yang disita dikembalikan.


7. Sani Abacha


Presiden Nigeria yang satu ini pernah memimpin kudeta atas pemerintahan sebelum dirinya.


Dengan berapi-api ia menyerukan tuntutan demokrasi hingga akhirnya kudeta yang ia pimpin berhasil. Ia pun mencalonkan diri menjadi presiden dan berhasil naik.


Namun, fakta hitam dikuak oleh Bank Dunia. Bahwa Abacha dan keluarganya sudah menggelapkan 3 hingga 5 miliar US dolar uang negara.


Ia menerima suap dari perusahaan asing dan mencuri uang dari Bank Sentral Nigeria.


8. Mobutu Sese Seko


Ia adalah presiden Zeire yang sekarang berubah nama menjadi Republik Demokratik Kongo.


Mobutu menjabat selama 32 tahun dan telah melakukan banyak perubahan untuk negaranya. Namun sayangnya, presiden yang satu ini menjalankan praktik korupsi yang begitu sistematik.


Kejahatannya begitu rapi dan hampir tidak terendus. Hingga ketika boroknya tercium, tercatat bahwa Mobutu telah menggelapkan 4 hingga 5 miliar US dolar uang negara.


9. Ferdinand Marcos


Marcos merupakan presiden ke-10 Filipina dan yang menjabat sejak tahun 1965 – 1986 (20 tahun).


Selama berkuasa, Marcos berhasil menjadikan Filipina sebagai negara dengan hutang negara terbanyak di Asia, yaitu sekitar 360 juta US dolar pada tahun 1962, kemudian naik menjadi 28 miliar US dolar di tahun 1986.


Bank Dunia melaporkan bahwa Marcos telah menggelapkan 5 hingga 10 miliar US dolar uang negara.


Ia juga didapuk telah terlibat suap dengan perusahaan asing di Filipina. Kekayaannya itu disimpan di berbagai bank dunia dengan identitas palsu atau samaran.


10. Suharto


Dan yang paling terakhir merupakan salah satu presiden Indonesia, yaps benar sekali Suharto. Siapa yang tidak tahu dengan presiden yang menduduki jabatan selama 31 tahun ini?


Di mana ia digulingkan pada 1998 yang memunculkan masa reformasi.


Sebetulnya banyak prestasi yang Pak Harto capai. Ia berhasil menjaga stabilitas kedaulatan negara selama masa pemerintahannya, meningkatkan standar kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat.


Indonesia juga mengalami peningkatan pendapatan perkapita dan menurunnya angka kemiskinan sebesar 11%, dan menekan angka kematian bayi sebesar 60%.


Sayangnya praktik KKN yang dominan di era 1990-an menurunkan citra Pak Harto. Ia mengisi “celengan pribadi” berkedok bantuan dan sumbangsih ke berbagai yayasan.


Ya, ada suap dan upeti ilegal di sana untuk menebalkan kantong presiden. Puncaknya tahun 1998, ekonomi Indonesia yang stabil akhirnya hancur. Akhirnya demonstrasi besar-besaran membuat Pak Harto harus melepas singgahsana panasnya.


Kegiatan monopoli, suap, korupsi berkedok amal, akses kontrak pasokan eksklusif, dan ketidakadilan besaran pajak untuk keluarga dan kerabatnya, telah membuat celengan Pak Harto terisi hingga 35 miliar US dolar. [Democrazy/tpts]