-->

Breaking

logo

Kamis, 31 Desember 2020

Sebut Negara dalam Bahaya! Ini Pesan Soeharto untuk Tahun 2020, Sudahkah Dilaksanakan?

Sebut Negara dalam Bahaya! Ini Pesan Soeharto untuk Tahun 2020, Sudahkah Dilaksanakan?

Sebut Negara dalam Bahaya! Ini Pesan Soeharto untuk Tahun 2020, Sudahkah Dilaksanakan?
DEMOCRAZY.ID - Mantan Presiden RI kedua, Soeharto sempat berpesan kepada para pemuda 25 tahun yang lalu. 

Pesan tersebut disampaikan Soeharto dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Pelestarian dan Pengamalan Nilai Kepahlawanan di Surabaya pada 23 November 1995. 


Acara tersebut dihadiri perwakilan pemuda dari setiap provinsi di Indonesia. 


Melalui acara tersebut, Soeharto berharap supaya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap para pemuda.


"Karena yang penting pertama akan timbul kewajiban kepahlawanannya kalau mencintai tanah airnya dan setelah mengetahui kader seluruh provinsi pasti akan mencintai tanah airnya," jelas Soeharto dikutip dari kanal YouTube HM Soeharto yang diunggah pada 23 Maret 2020.


"Kalau sudah mencintai tanah airnya tidak akan mereka melepaskan tanggung jawabnya sebagai pemuda untuk dapat mengabdikan dirinya kepada Negara dan bangsa yang sedang membangun apalagi dalam keadaan bahaya," lanjutnya. 


Dalam kesempatan tersebut, Soeharto juga menyinggung soal ancaman globalisasi dan liberalisasi yang akan menerpa Indonesia ditahun 2020.


"Lebih-lebih dalam menghadapi globalisasi yang sekarang kita akan melakukan liberalisasi dari pada pedagang-pedagang bebas untuk tahu apa namanya Negara-negara berkembang tahun 2020 sebenarnya 25 tahun lagi," jelas Soeharto. 


Berdasarkan perhitungan Soeharto kelak para pelajar ditahun tersebut telah berusia 25 tahun. Sehingga mereka harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tersebut. 


"Anak-anak yang nanti umur rata-rata umur 2020 pada 25 tahun lagi berarti anak-anak remaja sekarang, mungkin anak-anak pelajar sekarang," jelas Soeharto. 


"Anak-anak pelajar sekarang harus disiapkan benar-benar untuk mencintai tanah air, untuk mencintai produk dalam negeri kalau kemudian lantas dikelak kemudian hari ternyata dalam rangka mempersiapkan kompetisi bersaing dengan bangsa lain kita masih kurang tapi kurang baik kurang sempurna," lanjutnya. 


Soeharto lantas mewanti-wanti kepada para pemuda untuk mencintai produk dalam negeri, hal ini supaya dapat mendorong keberlangsungan produksi bagi perusahaan tanah air kedepan.


"Untuk menghadapi banjirnya dari pada barang-barang itu maka hanya dengan mencintai tanah air maka para remaja yang sekarang nanti hidup tahun 2020 akan menjadi benteng untuk mepertahankan dari pada kelangsungan hidup Negara dan bangsa," jelas Soeharto. 


"Sekarang kalau dari pada pemuda nanti kesem-sem (jatuh hati) kepada produk yang murah baik tapi hasil jual luar negeri hancur dari pada bangsanya. Apa produknya gak ada yang membeli, kalu tidak ada yang membeli pabriknya tutup lantas semua tidak bisa bekerja tidak bisa makan lah itu," lanjutnya. 


Diakhir Soeharto mengajak para pemuda untuk mempersiapkan diri dengan cara meningkatkan kompetensi daya saing dan nasionalisme.


"Sebuah kekuatan harus sudah kita siapkan, jadi dari pada semua pendidikan lebih-lebih juga dari pada perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan. Bukan kita curang tidak, tapi kita menyelamatkan Negara kita sekarang harus meningkatkan apa namanya daya saing kita yang tinggi dan pasti kita dapat kita yakin," tegas Soeharto. 


"Tapi andai kata tidak senjatanya adalah mulai sekarang adalah nasionalisme mencintai pada tanah air, mencintai pada produk dalam negeri harus mulai sekarang. Jangan-jangan sekarang sudah lebih mencintai produk import ya itu sudah melatih diri kurang baik, sekarang harus betul-betul apa yang kurang baik lah itu merupakan produk dalam negeri harus kita beli kita gunakan," pungkasnya. [Democrazy/jrps]